LAPORAN INDIVIDU
PRAKTIK PENGALAMAN
LAPANGAN (PPL)
DI SMK MUHAMADIYAH
WATUKUMPUL
Diajukan untuk memenuhi
tugas akhir pelaksanaan
Program Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL)
Oleh
ALI MASRURI
NIM
: 3120060
SEKOLAH TINGGI ILMU
TARBIYAH (STIT) PEMALANG
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2015
NAMA : ALI MASRURI
NIM : 3120060
Telah
melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Agama
Islam (PAI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) PEMALANG tahun akademik 2015/2016 di SMKMuhamadiyah
Watukumpul terhitung mulai tanggal 10 Agustus S/d 14 September 2015
Pemalang,
18 September 2015
|
Dosen
Pembimbing Lapangan
Ridwan, M.Si
Nik 14000094
|
Guru pamong
Misbahul Munir, S.Pd.I
Nip…………………
|
.
Mengetahui,
Kepala SMK MUHAMADIYAH WATUKUMPUL
NIP…………………
KATA
PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah, segala puji hanya
untuk Allah swt atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga Praktik Pengalaman
Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SMKMuhamadiyah Watukumpuldapat terlaksana dengan
baik dan lancar. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
Rasulullah, segenap keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa istikomah
mengikuti jejaknya.
Praktikan menyadari bahwa terlaksananya
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan penyusunan laporan ini tidak terlepas
dari bantuan-bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu ucapan terimakasih
kami sampaikan kepada:
1.
Bapak Muntoha, M. Hum selaku ketua STIT
Pemalang
2.
Bapak Ating Nugroho,
S.Hselaku Kepala Sekolah SMK Muhamadiah Watukumpul
3.
Bapak Misbahul Munir,
S.Pd.Iselaku Guru Pamong
4.
Bapak Fery Teguh
Susanto, S.Pdselaku Waka Bidang Kurikulum
5.
BapakRidwan
M.Siselaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL)
6.
Bapak, Ibu Guru dan Karyawan
SMK Muhamadiyah Watukumpulserta siswa-siswi yang telah membantu terlaksana
kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Saya menyadari bahwa selama
pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan penyusunan laporan ini, tidak
lepas dari kesalahan dan kekurangan serta masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu Saya
mohon maaf dan mengharap kritikan demi perbaikan di masa mendatang.
Meski demikian, saya berharap semoga Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) dan laporan ini dapat memberi manfaat bagi praktikan
khususnya dan kepada pihak-pihak lain yang terkait pada umumnya.
Pemalang,
18 September 2015
Peserta PPL
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL.................................................................................. i
HALAMAN
PENGESAHAN.................................................................... ii
KATA
PENGANTAR................................................................................ iii
DAFTAR
ISI............................................................................................... iv
BAB
1 PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.......................................................................... 1
B.Tujuan.......................................................................................... 2
C.Manfaat....................................................................................... 2
BAB
II LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL)....................... 4
B. Dasar
Pelaksanaan....................................................................... 7
C. Tinjauan
tentang Kurikulum 2013............................................... 4
BAB
III PELAKSANAANKEGIATAN
A. Pelaksanaan Peraktekmengajar.................................................. 14
B. Tahap
Kegiatan PPL.................................................................. 14
C. pelaksanaan
praktek mengajar................................................... 18
D. Faktor
pendukung dan penghambat.......................................... 28
E. Pelaksanaan
Ujian Praktek Mengajar........................................ 28
F. Guru
Pamong............................................................................. 29
G. Dosen
Pendamping Lapangan................................................... 29
BAB
IV PENUTUP
A.
kesimpulan........................................................................................ 30
B.Saran............................................................................................ 30
LAMPIRAN-LAMPIRAN................................................................... 31
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang PPL
Dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, tugas guru
sebagai pendidik tidaklah dapat dikatakan ringan, sebab tidak hanya memberikan
bekal pada anak didik berupa ilmu pengetahuan semata, tetapi hal yang lebih
penting adalah membentuk kepribadian anak didik menjadi manusia yang berguna
bagi dirinya, orang tua, masyarakat, agama, bangsa dan Negara.
Pendidikan merupakan proses pengembangan yang utuh menuju
kearah kedewasaan dalam proses berfikir dan bertindak. Oleh karena itu seorang
calon pendidik sebelum diterjunkan kedunia pendidikan hendaknya dibekali dengan
berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan profesi, dan
kemampuan diri agar dalam melaksanakan tugasnya dapat berhasil seperti yang
diharapkan.
Secara teori para mahasiswa (STIT) telah banyak memperoleh materi
dasar-dasar kependidikan dan berbagai teori belajar yang berkaitan dengan
jurusannya di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah. Sebagai konsekuensinya adalah
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah ( STIT ) sebagai salah satu lembaga penyelenggara
pendidikan merasa berkewajiban untuk berperan serta membekali tamatannya dengan
kecakapan hidup (life skill) secara integratif, yang memadukan potensi generik
dan spesifik, guna memberikan bekal kepada para mahasiswa berupa latihan
ketrampilan dan tugas-tugas. Kecakapan hidup yang mestinya dimiliki oleh setiap
tamatan yang akan terjun ke masyarakat tersebut antara lain, Kecakapan mengenal
diri (personal skill), kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan
sosial (sosial skill), kecakapan akademik (academic skill), dan kecakapan
kejuruan (vocational skill).
Dengan demikian diharapkan para mahasiswa calon guru
setelah selesai praktek mempunyai bekal yang cukup untuk terjun kemasyarakat
atau dalam dunia pendidikan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai melalui program PPL
tersebut.
B.
Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan adalah
:
a.
Untuk memperluas pengetahuan melalui pengamatan langsung dalam praktek.
b.
Sebagai media penerapan teori dan praktek di lapangan.
c.
Untuk menerapkan berbagai strategi dan ketrampilan mengajar.
d.
Untuk menginternalisasikan dan menghayati ketrampilan mengajar.
C.
Manfaat
1.
Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa mampu
mengaplikasikan dasar-dasar kependidikan dan berbagai teori belajar di sekolah.
b. Memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa
tentang proses pembelajaran dan kegiatan administrasi sekolah/madrasah.
c. Mahasiswa mampu
menginternalisasikan norma-norma guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.
d. Mahasiswa mampu menjalankan
tugas-tugas guru atau pendidik yang meliputi :
1) Tugas Profesional
Yaitu tugas
mendidik siswa dalam rangka mengembangkan kemampuan berfikir atau kecerdasan
dan melatih siswa dalam rangka penerapan teknologi pengajaran.
2) Tugas Kemanusiaan
Yaitu tugas
mendidik diri sendiri atau menempatkan dirinya pada kepentingan siswa sehingga
guru merupakan orang tua kedua di sekolah.
3) Tugas Kemasyarakatan,
Yaitu tugas
membentuk warga negara yang baik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sehingga
guru bertugas sebagi pengantar masa depan anak didik menuju kemajuan.
2.
Bagi SekolahMadrasah Latihan:
a. Memperolah masukan dari
mahasiswa sebagai agen perubahan.
b. Membangun kerja sama kemitraan.
c. Berbagi informasi dalam dunia
pendidikan
d. Memperoleh kesempatan untuk berperan serta
menyiapkan dan membentuk calon guru/calon tenaga kependidikan Islam yang
kompeten.
3.
Bagi Fakultas Tarbiyah :
a.
Memperoleh umpan balik
(feed back) dari pengalaman mahasiswa praktikan terhadap perkembangan
kependidikan di lapangan bagi penyesuaian dan pengembangan program akademik
Fakultas Tarbiyah.
b.
Meningkatkan kerjasama
dengan sekolah/madrasah latihan untuk pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Pengertian
1. Praktek Pengalaman Lapangan
Yang
dimaksud Praktek Pengalaman Lapangan adalah kegiatan intrakurikuler yang
dilaksanakan oleh mahasiswa yang berbentuk latihan ketrampilan dan tugas-tugas,
yang selanjutnya disebut dengan istilah PPL. PPL yang dimaksud dalam laporan
ini adalah kegiatan PPL Mahasiswa STIT Pemalang Tahun Akademik 2015/2016. di
SMK Muhmmadiyah Watukumpul.
2.
SMK Muhammadiyah
Watukumpul
SMK Muhammadiyah
Watukumpul dalam laporan ini adalah salah satu lembaga pendidikan formal
setingkat SLTA yang ditunjuk oleh Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang
sebagai tempat PPL.
a.
Sejarah singkat/ berdirinya SMK Muhammadiyah
Watukumpul.
Kemajuan teknologi dan tuntutan dunia kerja menjadi salah satu alasan mengapa
masyarakat merindukan kehadiran sebuah sekolah kejuruan, SMK Muhammadiyah
Watukumpul berdiri pada tahun 2011.
Kehadiran SMK Muhammadiyah di Watukumpul ini benar-benar memberikan sebuah
harapan baru bagi masyarakat luas khususnya bagi masyarakat Watukumpul dalam
bidang pendidikan kejuruan. Kemajuan
pola pikir masyarakat akan tuntutan kehidupan masa depan dengan
sendirinya menuntut masyarakat untuk bisa berperan aktif dan terampil dalam
memilih sekolah lanjutan untuk menyiapkan putra-putrinya memasuki dunia kerja
produktif.
Sehubungan
dengan upaya mewujudkan dan menindaklanjuti Kebijakan Dikmenjur tentang
Reposisi Pendidikan Kejuruan menjelang tahun 2020 mengisyaratkan bahwa arah
Pembinaan dan Pengembangan Sekolah berorientasi pada penyiapan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang dapat menjadi asset pemerintahdalam rangka otonomi daerah sekaligus
mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing untuk
menghadapi era global.
Disisi lain, belakangan ini angka pengangguran semakin tinggi, karenanya
ada 3 (tiga) hal yang dapat diusulkan untuk mengatasi pengangguran tersebut, yaitu
:
1)
Mencari kerja membuka
usaha mandiri
2)
Pekerja menggarap
sektor perikanan (kelautan)
3)
Pekerja menggarap
sektor pertanian (melalui kegiatan transmigrasi)
Ketiga sektor merupakan
kesempatan yang terbuka lebar karena 2/3 luas daerah Indonesia adalah laut dan
banyak tanah pertanian diluar Jawa yang masih tidur belum tergarap. Alternatif
pertama, dimana pencari kerja membuka usaha sendiri adalah suatu langkah yang
tepat tetapi sukar untuk diwujudkan karena banyaknya aspek yang
mempengaruhinya, antara lain kompetensi dan kemampuan yang dimiliki oleh
pencari kerja tersebut masih rendah.
Dalam usaha mewujudkan
alternative yang pertama (pencari kerja membuka usaha mandiri) maka diperlikan
suatu pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi pencari kerja berusia diatas 15
tahun (lulusan SLTP) dengan program keahlian yang layak jual dan sangat
dibutuhkan di pasar kerja pada era sekarang maupun untuk masa-masa mendatang.
Beberapa program keahlian tersebut adalah Teknik Otomotif dan Teknik Komputer
Jaringan.
Program Teknik Otomotif dan
Teknik Komputer Jaringan yang dikembangkan di SMK Muhammadiyah Watukumpul nanti
akan berhasil mengembangkan misi Pendidikan Nasional dan menghasilkan lulusan
yang benar-benar berdaya guna di masyarakat, bilamana terdapat kondisi ideal
yang dipenuhi. Diantaranya
peralatan praktek yang memadai, kurikulum (silabus) diklat yang mutahir dan tenaga
pengajar yang kompeten.
Tiga hal inilah yang akan bersama-sama diwujudkan oleh SMK Muhammadiyah
Watukumpul dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Menengah Kejuruan. Komitmen bersama ini penting
guna merealisasikan semua hal yang telah diuraikan diatas.
b.
Tujuan dan Sasaran SMK
Muhammadiyah Watukumpul
1)
Tujuan
a.
Memberikan pendidikan
dan pelatihan untuk Teknik Otomotif dan Teknik Komputer Jaringan kepada lulusan
SMP (Sekolah Menengah Pertama) agar mereka memiliki kompetensi dibidang ini
yang masih langka.
b.
Memiliki wirausaha
pada bidang diatas setelahlulus dari SMK Muhammadiyah Watukumpul.
c.
Atau menjadi pekerja
kelas menengah di sector-sektor tersebut.
d.
Mengutamakan penyiapan
siswa untuk memenuhi lapangan kerja serta mengembangkan sikap professional.
e.
Agar tamatan Sekolah
Menengah Kejuruan mempunyai peluang yang semakin besar untuk memasuki lapangan
kerja di dalam dan di luar negeri.
f.
Agar tamatan Sekolah
Menengah Kejuruan memiliki bekal yang kuat untuk berhasil dalam melakukan usaha
mandiri.
g.
Menyiapkan siswa agar
mampu memilih karir, mampu berkompetensi dan mampu mengembangkan diri.
h.
Menyiapkan tenaga
kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri
pada saat ini maupun masa yang akan datang.
i.
Menyiapkan tamatan
agar menjadi warga Negara yang produktif, adaftif dan kreatif.
2)
Sasaran Pengembangan
Mengoptimalkan proses
kegiatan belajar mengajar, karena ditunjang oleh peralatan yang memadai,
kurikulum (silabus) yang mutahir dan tenaga pengajar yang kompeten, sasarannya
adalah : 4000 siswa lulusan SMP Negeri/Swasta di Sub Pemalang Selatan, 1000 siswa lulusan MTs Negeri/Swasta di Sub Pemalang
Selatan
3)
Perkembangan Sekolah
Seiring dengan berjalanya waktu SMK
Muhammadiyah Watukumpul mengalami
perkembangan yang semakin baik, program keahlian yang dibukapun bertambah, yang
semula hanya Teknik Komputer Jaringan ( TKJ ) dan pada tahun 2012/2013
bertambah dengan program keahlian teknik kendaraan ringan ( TKR ). Hal inilah
yang dapat meningkatkan animo masyarakat terhadap keberadaan SMK Muhammadiyah watukumpul dipercaya
dapat menciptakan generasi yang siap kerja dan trampil di bidangnya.
Melihat jumlah peserta didik yang mengalami
peningkatan maka kebutuhan tenaga pengajar pun bertambah, dan sampai tahun ini
SMK Muhammadiyah Watukumpul memiliki 20 tenaga
pendidik yang ahli di bidangnya masing-masing,
4)
Kondisi Geografis Sekolah
1.
Lokasi Sekolah
SMK Muhammadiyah Watukumpul berlokasi di
Kabupaten Pemalang bagian selatan, tepatnya di Jalan Raya Watukumpul Desa
Wtukumpul, Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang. Desa Watukumpul merupakan
daerah paling punggung di Kabupaaten Pemalang,dengan
perbaatasan wilayah sebagai berikut :
1. Sebelah
Barat berbatasan dengan Kecamatan Belik.
2. Sebelah
Utara berbatasan dengan Kecamatan Bantar Bolang.
3. Sebelah
Timur berbatasan dengan kabupaten pekalongan.
4. Sebelah
Selatan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga.
B.
Dasar Pelaksanaan
1. Pedoman Umum Praktek
Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Pendidikan Agama Islam ( STIT ) Pemalang Tahun Akademik
2015/2016.
2. Beban akademik yang harus
ditempuh.
C. Tinjauan
tentang kurikulum 2013
1. Definisi
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta
kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan
peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk
memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang
ada di daerah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan.
2.
Konsep Dasar Pembelajaran
dalam Kurikulum 2013
Menurut Sudjana , pembelajaran merupakan setiap upaya yang dilakukan
dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan
kegiatan belajar. Menurut Gulo pembelajaran adalah untuk menciptakan sistem
lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar. Menurut Nasution, pembelajaran
sebagai suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya
dan menghubungkannya dengan anak didik, sehingga terjadi proses belajar. Yang
dimaksud lingkungan disini adalah ruang belajar, guru, alat peraga,
perpustakaan, laboratorium dan sebagainya yang relefan dengan kegiatan belajar
siswa.
Biggs membagi
konsep pembelajaran dalam tiga pengertian, yaitu:
a.
Pengertian kuantitatif
Penularan
pengetahuan dari guru kepada siswa. Guru dituntut untuk menguasai ilmu yang
disampaikan kepada siswa, sehingga memberikan hasil optimal.
b.
Pengertian institusional
Penataan segala
kemampuan mengajar sehingga berjalan efisien. Guru harus selalu siap
mengadaptasikan berbagai teknik mengajar.
c.
Pengertian kualitatif
Upaya guru untuk
memudahkan belajar siswa. Peran guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran,
tetapi juga melibatkan siswa dalam aktivitas belajar yang efektif dan efisien. Kesimpulannya
pembelajran merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik
untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sitem
lingkunagn dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan
belajar secara efektif dan efisien serta dengan hasil yang optimal.
3. LandasanKurikulum
2013
a. UU Nomor20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. PP Nomor
19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
c. PP No
23 Tahun 2013 tentang perubahan Standar Nasional Pendidikan.
d. Permendikbud
No 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi lulusan.
e. Permendikbud
No 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi.
f. Permendikbud
No 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses
Kurikulum 2013
Kurikulum 2013
sudah diimplementasikan pada tahun pelajaran 2013/2014 pada sekolah-sekolah
tertentu (terbatas).Kurikulum 2013 diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Juli 2013.Sesuatu yang baru
tentu mempunyai perbedaan dengan yang lama. Begitu pula kurikulum 2013
mempunyai perbedaan dengan KTSP. Berikut ini adalah perbedaan kurikulum 2013
dan KTSP.
|
No
|
Kurikulum 2013
|
KTSP
|
|
1
|
SKL (Standar
Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54
Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka
Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70
Tahun 2013
|
Standar Isi
ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu
ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun
2006
|
|
2
|
Aspek kompetensi lulusan
ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi
sikap, keterampilan, dan pengetahuan
|
Lebih menekankan pada
aspek pengetahuan
|
|
3
|
di jenjang SD Tematik
Terpadu untuk kelas I-VI
|
di jenjang SD Tematik
Terpadu untuk kelas I-III
|
|
4
|
Jumlah jam pelajaran
per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding
KTSP
|
Jumlah jam pelajaran
lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
|
|
5
|
Proses pembelajaran
setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajarandi jenjang SMP/SMA/SMK
dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintificapproach), yaitu standar proses
dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati,Menanya, Mengolah, Menyajikan,
Menyimpulkan, dan Mencipta.
|
Standar proses dalam
pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
|
|
6
|
TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai
media pembelajaran
|
TIK sebagai mata pelajaran.
|
|
7
|
Standar penilaian
menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
|
Penilaiannya
lebih dominan pada aspek pengetahuan
|
|
8
|
Pramuka menjadi
ekstrakuler wajib
|
Pramuka bukan
ekstrakurikuler wajib
|
|
9
|
Pemintan (Penjurusan)
mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA
|
Penjurusan mulai
kelas XI
|
|
10
|
BK lebih menekankan
mengembangkan potensi siswa
|
BK lebih pada
menyelesaikan masalah siswa
|
Secara umum, proses pembelajaran pada setiap pelajaran akan terdapat tiga
kegiatan , yaitu ; kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup.
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan. Pada
kegiatan inti peserta didik diharapkan selalu menjaga kejujuran , ketelitian,
disiplin , taat aturan, menghargai peserta didik lain dan sikap-sikap terpuji
lainnya. Kegiatan inti pada kurikulum 2013 ini melatih peserta didik untuk lebih mengenal sikap ilmiah. Hal
tersebut melalui proses mengamati, menannya, mengumpulkan data,
mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Secara singkat proses tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a.
Mengamati
Pada pembelajaran, guru akan memberikan kesempatan
peserta didik untuk melakukan pengamatan
melalui melihat ( benda nyata atau tayangan atau model ), menyimak,
mendengarkan, atau membaca. Hal tersebut diharapkan dapat merangsang tumbuh
rasa ingin tahu terhadap benda yang sedang diamati, disimak, didengar, atau
dibaca.
b.
Menanya
Dalam kegiatan mengamati guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk bertanya tentang fakta, konsep, prinsip, atau
prosedur mengenai apa yang sudah diamati, disimak, didengar, atau dibaca. (diharapkan
muncul pertanyaan faktual dan hipotetik )
c.
Mengumpulkan
Informasi atau data tindak lanjut dari bertanya
adalah adanya informasi atau data. Sumber informasi tersebut, selain benda atau
obyek yang diamati dapat juga buku, nara sumber dan guru.
d.
Mengasosiasikan
Setelah informasi terkumpul, peserta didik
diharapkan dapat menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya,
menemukan pola dari keterkaitan informasi, dan bahkan mengambil berbagai
kesimpulan dari pola yang ditemukan.
e.
Mengkomunikasikan hasil
Pada proses ini siswa dapat menuliskan,
menceritakan atau mempresentasikan apa yang ditemukan dalam kegiatan
mendapatkan informasi, dan menemukan hasil olahan informasi.
Penilaian peserta didik
Dalam kurikulum 2013 kita mengenal istilah “ kompetensi inti “(KI), merupakan
; terjemahan atau operasionalisasi
standar kompetensi lulusan ( SKL ) dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki
setelah menyelesaikan satuan pendidikan atau jenjang pendidikan tertentu.
Kompetensi Inti terbagi menjadi 4 kelompok dan saling terkait satu dengan
lainnya ;
1.
KI.1 sikap spiritual, cakupannya peserta didik dapat
menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut.
2.
KI.2 sikap sosial, cakupannya adalah peserta didik
memiliki sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong,
santun dan percaya diri.
3.
KI.3 kompetensi pengetahuan, cakupannya peserta
didik memahami pengetahuan faktual,
pengetahuan konseptual, dan pengetahuan prosedural.
4.
KI.4 Kompetensi ketrampilan, cakupannya peserta didik
terampil mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar, menggunakan,membuat dll.
BAB III
PELAKSANAAN PPL
A.
Pelaksanaan Praktek Mengajar
Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan : 10
Agustus s/d 19September 2015
Tempat :
SMK Muhammadiyah Watukumpul
Alamat :
Jl.Raya Watukumpul
B. Tahap Kegiatan PPL
1.
Persiapan
a.
Kegiatan Pembekalan
Waktu pelaksanaan : 1
Agustus 2015
Bentuk kegiatan :
Pembekalan PPL
-.Pembagian buku pedoman Praktek Pengalaman Lapangan
- Penjelasan teknis pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan
b. Kegiatan
serah terima peserta Praktek Pengalaman Lapangan
Waktu pelaksanaan :
1 Agustus 2015
Teknik pelaksanaan :
Perserta PPL menuju lokasi Praktek Pengalaman Lapangan, yaitu SMK
Muhammadiyah Watukumpul.
Penyerahan peserta PPL dilakukan oleh Dosen
Pendamping Lapangan(DPL).Penyerahan peserta PPL dilakukan dilokasi PPL oleh
Dosen Pendamping Lapangan kepada Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Watukumpul.
2.
Tahap Pelaksanaan
a.
Kegiatan Observasi
Waktu pelaksanaan :
6 Agustus 2015
Kegiatan observasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa PPL selama 2 hari
dengan koordinasi kepala sekolah dan guru pamong. Observasi dilakukan pada hari
Kamis dan Jum’at , 6 – 7Agustus 2015
Kegiatan observasi yang dilakukan adalah :
1). Observasi Kelas
Melakukan pengamatan di masing-masing kelas khususnya dalam Kegiatan
Belajar Mengajar.Selain itu mengadakan pengamatan terhadap jumlah siswa.
Berikut data peserta didik selama 4 tahun terakhir
|
Tahun
Ajaran
|
Jml
Pendaftar
|
Kelas
X
|
Kelas
XI
|
Kelas
XII
|
Jumlah total
|
|||||
|
Jml siswa
|
Jml rombel
|
Jml siswa
|
Jml rombel
|
Jml siswa
|
Jml rombel
|
Jml siswa
|
Jml rombel
|
|||
|
2011/2012
|
30
|
19
|
1
|
|
|
|
|
19
|
1
|
|
|
2012/2013
|
46
|
46
|
2
|
19
|
1
|
|
|
46
|
3
|
|
|
2013/2014
|
34
|
34
|
2
|
46
|
2
|
19
|
1
|
99
|
5
|
|
|
2014/2015
|
24
|
24
|
2
|
27
|
2
|
32
|
2
|
83
|
6
|
|
|
2015/2016
|
44
|
44
|
2
|
26
|
2
|
27
|
2
|
97
|
6
|
|
2). Observasi Lingkungan Sekolah
Lingkungan
sekitar sekolah terjaga kebersihannya, tidak ada sampah yang berserakan. Hal
ini merupakan kesadaran siswa membuang sampah pada tempatnya, demikian juga
penataan halaman ,taman.Masyarakat sekitar juga sangat peduli dengan
kebersihan, mereka membuang sampah pada tempatnya sehingga lingkungan sekolah
tetap terjaga kebersihannya dan mendukung terselenggaranya KBM yang maksimal.
3). Observasi Administrasi Sekolah
Administrasi Sekolah
Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMK
Muhammadiyah Watukumpul
Nama Kepala Sekolah : Ating
Nugroho , S.H
Alamat Sekolah : Jl.Raya
Watukumpul
Tahun berdiri : 2011
Jumlah ruang kelas : 5 ruang
Jumlah guru : 22
Jumlah karyawan : 2
Jumlah penjaga : 1
orang
Jumlah Siswa : 95
Siswa
Visi dan Misi Sekolah
Visi :
Religius,
Kreatif, Inovatif, Berwawasan Luas serta berdaya saing menuju pribadi yang
berakhlakul karimah.
Misi :
-
Keteladanan oleh
seluruh komponen
-
Meningkatkan citra
sekolah dengan penuh inovasi
-
Mendorong siwa untuk
lebih kreatif sehingga siap bersaing di pasar local maupun regional
-
Menumbuhkan sikap
toleransi dan peduli terhadap sesama
- Menumbuhkan semangat kerja keras, kerja mawas, kerja ikhlas
serta kerja cerdas
4). Struktur Personalia
Susunan pengurus sekolah SMK Muhammadiyah tahun pelajaran 2014/2015
adalah :
a. Kepala Sekolah : Ating
Nugroho , S.H
b. Wakil Kepala Sekolah : -
c. Kepala TU :
Haryati
d. Kesiswaan :
Misbahul Munir, S.Pd.I
e. Wali Kelas :
- X
TKR : M. Haifan
, S.Pd.I
- X
TKJ : Suryati ,
S.P.d
- XI
TKR : Dewi. M ,
S.Pd
- XI
TKJ : Sri
Sulih,S.Pd
- XII
TKR : Misbahul
Munir, S.Pd.I
- XII
TKJ : Dian .A,
A.Md
f. Penjaga : Susanto
5). Program Sekolah
SMK Muhammadiyah Watukumpul membuka 2 program
keahlian antara lain Teknik Kendaraan Ringan ( TKR ), dan Teknik Komputer dan
Jaringan ( TKJ ). Kurikulum yang digunakan adalah KTSP. Untuk mata pelajaran
umum sesuai dengan standar isi yang ditetapkan oleh BSNP sedangkan untuk mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI ) mengikuti kurikulum yang telah
ditetapkan oleh Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah pimpinan pusat
Muhammadiyah dengan ciri khusus sendiri, antara lain
- Program Semester
- Silabus
- RPP
- Jurnal harian
6).
Kesiswaan
- Daftar deserta didik baru kelas X
- Buku absen siswa
- Buku BP
7). Kepegawaian
- Data kepegawaian
- Daftar hadir guru
- Data dinding
8). Sarana
Prasarana
Administrasi sarana prasarana terangkum dalam
tabel dibawah ini
|
No
|
Jenis Ruangan
|
Ukuran
(m)
|
Jumlah
( buah)
|
Kapasitas
|
Total
Kapasitas
|
Kondisi
|
|
1
|
Ruang kelas
|
42
|
5
|
20
|
100
|
Baik
|
|
2
|
Ruang guru
|
40
|
1
|
25
|
25
|
Baik
|
|
3
|
WC
|
3
|
3
|
|
|
baik
|
9). Administrasi Surat Menyurat dan Administrasi
Umum
Secara keseluruhan baik administrasi surat menyurat dan administrasi umum
tertata dengan baik dan rapi, hal ini ditunjang dengan adanya tenaga tata usaha
yang profesional dan fasilitas yang memadai.
C. Pelaksanaan
Praktek Mengajar
Praktek mengajar dilaksanakan pada siswa kelas X
TKJ dan TKR,XI TKJ dan TKR dan XII TKJ dan TKR.
1.
Adapun jadwal praktek mengajar tersebut adalah
sebagai berikut :
|
No
|
NAMA MAHASISWA
|
MAPEL
|
HARI
|
KELAS
|
||||
|
X TKR-TKJ
|
XI- TKR
|
XI- TKJ
|
XII -TKR
|
XII- TKJ
|
||||
|
1
|
Desy Wahyuni
|
TARIKH
|
RABU
|
|
P
|
P
|
|
|
|
AKHLAK
|
JUM’AT
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
||
|
2
|
Ali Masruri
|
Al-QUR’AN
|
SENIN
|
P
|
P
|
P
|
P
|
P
|
|
Al-QUR’AN
|
SELASA
|
P
|
|
|
P
|
|
||
|
TARIKH
|
RABU
|
P
|
|
|
|
|
||
|
3
|
Listiawan
|
IBADAH
|
SELASA
|
P
|
P
|
|
|
|
|
KAMIS
|
|
|
|
P
|
P
|
|||
|
SABTU
|
|
|
|
|
P
|
|||
|
4
|
Uni Maghfiroh
|
TARIKH
|
RABU
|
|
|
|
P
|
P
|
|
AKIDAH
|
SELASA
|
P
|
|
|
P
|
P
|
||
|
AKIDAH
|
RABU
|
P
|
|
|
|
|
||
|
AKIDAH
|
KAMIS
|
|
|
P
|
|
|
||
Ket :
1. Al-Qur’an : 2 jam Pelajaran
2. Ibadah : 2 jam pelajaran
3. Tarikh : 1 jam pelajaran
4. Akidah : 1 jam pelajaran
5. Akhlaq : 1 jam pelajaran
2.
Praktek
Pengajar
|
No
|
Hari Tanggal
|
KD
|
Kelas
|
Ket
|
|
1
|
Senin, 10-08-2015
|
Menganalisis
Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. Az-Zumar (39) : dan Q.S. At-Taubah (9) : 105,
serta hadits tentang taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.
|
XI TKJ
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat
(49) : 12; dan QS Al-Hujurat (49) : 10; serta hadits tentang kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah).
|
X TKR
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Ali Imran
(3): 190-191, dan Q.S. Ali Imran (3): 159, serta hadits tentang berpikir
kritis dan bersikap demokratis.
|
XII TKR
|
|
|
|
|
Menganalisis
Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. Az-Zumar (39) : dan Q.S. At-Taubah (9) : 105, serta
hadits tentang taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja.
|
XI TKR
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Ali Imran
(3): 190-191, dan Q.S. Ali Imran (3): 159, serta hadits tentang berpikir
kritis dan bersikap demokratis.
|
XII TKJ
|
|
|
|
Selasa 11-08-2015
|
Menganalisis Q.S. Ali Imran (3): 190-191, dan Q.S. Ali Imran
(3): 159, serta hadits tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis.
|
XII TKR
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat
(49) : 12; dan QS Al-Hujurat (49) : 10; serta hadits tentang kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah).
|
X TKJ
|
|
|
|
Rabu,12-08-2015
|
Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat
(49) : 12; dan QS Al-Hujurat (49) : 10; serta hadits tentang kontrol diri
(mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah).
|
X
TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Menunjukkan sikap tangguh dan semangat
menegakkan kebenaran sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasullullah saw.
di Mekah
|
X TKR-TKJ
|
|
|
2
|
Selasa,18-08-2015
|
Memahami manfaat
dan hikmah kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan
persaudaraan (ukhuwah), dan menerapkannya dalam kehidupan.
|
X TKJ
|
|
|
|
|
Membaca Q.S. Ali
Imran (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran (3): 159; sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan
hafalan Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan
Q.S. Ali Imran (3): 159 dengan lancar.
|
XII TKR
|
|
|
|
Rabo,19-082015
|
Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri (mujahadah an-nafs),
prasangka baik (husnuzzhan) dan persaudaraan (ukhuwah), dan menerapkannya
dalam kehidupan.
|
X TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Menunjukkan sikap tangguh dan semangat
menegakkan kebenaran sebagai implem enttasi dari pemahaman strategi dakwah Rasullullah saw.
di Mekah
|
X TKR-TKJ
|
|
|
3
|
Senin,24-08-2015
|
Memahami manfaat dan hikmah kontrol diri (mujahadah
an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan persaudaraan (ukhuwah), dan
menerapkannya dalam kehidupan.
|
X TKR
|
|
|
|
|
Membaca Q.S. An-Nisa (4) : 59; Q.S. Al-Maidah (5) : 48; Q.S. At Taubah
(9) : 105 sesuai dengan kcb baidah tajwid dan
makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. An-Nisa (4) : 59; Q.S.
Al-Maidah (5) : 48; Q.S. At-Taubah
|
XI TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Membaca Q.S. Ali
Imran (3): 190-191 dan Q.S. Ali Imran (3): 159; sesuai dengan kaidah tajwid
dan makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan
hafalan Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan
Q.S. Ali Imran (3): 159 dengan lancar.
|
XII TKR-TKJ
|
|
|
|
Selasa,25-08-2015
|
Membaca Q.S. Al-Anfal (8) :
72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 10 sesuai dengan
kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) :
12; QS Al-Hujurat (49) : 10, dengan lancar.
|
X TKJ
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2):
83, serta hadits tentang saling menasihati dan berbuat baik (ihsan).
|
XII
TKR
|
|
|
|
Rabu,26-08-2015
|
Membaca Q.S. Al-Anfal (8) :
72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 10 sesuai dengan
kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) : 72);
Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; QS Al-Hujurat (49) : 10, dengan lancar.
|
X TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Memahami substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw. di Mekah
|
X TKR-TKJ
|
|
|
4
|
Senin,31-08-2015
|
Menganalisis
Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2, serta hadits
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
|
X TKR
|
|
|
|
|
Menganalisis
Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32, serta hadits tentang
toleransi dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan.
Mengidentifikasi bacaan
tajwid, makna mufradat, dan
isi kandungan QS. Yunus (10): 40-41 dan Hadis
tentang toleransi dan
menghindarkan diri dari tindak
kekerasan
|
XI TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2):
83, serta hadits tentang saling menasihati dan berbuat baik (ihsan).
|
XII TKR-TKJ
|
|
|
|
Selasa,1-09-2015
|
Menganalisis
Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2, serta hadits
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
|
XI TKJ
|
|
|
|
|
Menganalisis Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2):
83, serta hadits tentang saling menasihati dan berbuat baik (ihsan).
|
XII TKR
|
|
|
|
Rabu,2-09-2015
|
Menganalisis
Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2, serta hadits
tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
|
XI TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Memahami substansi dan strategi dakwah
Rasullullah saw. di Mekah
|
XTKR-TKJ
|
|
|
5
|
Senin,7-09-2015
|
Memahami manfaat dan hikmah larangan pergaulan bebas
dan perbuatan zina.
|
X TKR
|
|
|
|
|
Membaca
Q.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32 sesuai dengan
kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
Membaca QS. Yunus (10):40-41 dan
Hadis tentang toleransi
dan menghindarkan diri dari
tindak kekerasan
|
XI TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Membaca
Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83 sesuai dengan kaidah
tajwid dan makhrajul huruf.
|
XII TKR-TKJ
|
|
|
|
Selasa,08-09-2015
|
Memahami manfaat dan
hikmah larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
|
X TKJ
|
|
|
|
|
Membaca Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S.
Al-Baqarah (2): 83 sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.
|
XII TKR
|
|
|
|
Rabu , 09-09-2015
|
Memahami manfaat dan
hikmah larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
|
X TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Mendeskripsikan substansi dan strategi
dakwah Rasullullah SAW di Mekah
|
XTKR-TKJ
|
|
|
6
|
Senin,14-09-2015
|
Membaca Q.S.
Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) :
2 dengan lancar.
|
X TKR
|
|
|
|
|
Mendemonstrasikan
hafalanQ.S. Yunus (10) : 40-41 dan Q.S. Al-Maidah (5) : 32 dengan lancar
Mendemonstrasikan hafalan
QS. Yunus (10):40-41
dan Hadis tentang
toleransi dan menghindarkan diri dari
tindak kekerasan
|
XI TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Mendemonstrasikan
hafalan Q.S. Luqman (31):
13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2): 83 denagn lancar.
|
XII TKJ
|
|
|
|
Selasa,15-09-2015
|
Membaca Q.S.
Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) :
2 dengan lancar.
|
X TKJ
|
|
|
|
|
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Luqman (31): 13-14 dan Q.S. Al-Baqarah (2):
83 denagn lancar.
|
XII TKR
|
|
|
|
Rabu,16-09-2015
|
Membaca Q.S.
Al-Isra’ (17) : 32, dan Q.S. An-Nur (24) : 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan
makhrajul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Isra’ (17) : 32,
dan Q.S. An-Nur (24) : 2 dengan lancar.
|
X TKR-TKJ
|
|
|
|
|
Mendeskripsikan substansi dan strategi
dakwah Rasullullah SAW di Mekah
|
X TKR-TKJ
|
|
D. Faktor Pendukung dan Penghambat
1.
Faktor Pendukung
- Lokasi PPL mudah
dijangkau
- Peserta PPL
kompak dan pro aktif
- Tersedianya
sumber bahan KBM
- Warga sekolah
yang familier
2.
Faktor Penghambat
- Belum
tersedianya ruangan yang standar.
- Belum adanya
perpustakaan
E.
Pelaksanaan Ujian Praktek Mengajar
Ujian praktek mengajar pada umumnya dilaksanakan
pada pertemuan terakhir mengajar. Ujian praktek mengajar dinilai oleh guru
pamong dan Dosen Pendamping Lapangan( DPL) dengan melihat langsung Kegiatan
Belajar Mengajar di kelas saat peserta praktek mengajar.Kegiatan ini adala
kegiatan terakhir Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL) sebelum acara penarikan
oleh DPL dari sekolah tempat praktek mengajar.
Guru Pamong adalah guru yang membimbing selama
peserta praktek mengajar melakukan praktek mengajar.Peserta praktek mengajar
dapat menanyakan pada guru pamong jika menemukan permasalahan-permasalahan
selama melakukan praktek mengajar. Guru pamong juga mengatur dan membagi mata
pelajaran serta kelas-kelas yang harus dimasuki oleh para peserta praktek
mengajar. Kemudian sebagai tugas terakhir dari guru pamong adalah memberikan
penilaian terhadap pelaksanaan praktek mengajar dari masing-masing peserta
praktek mengajar.
Dosen Pendamping Lapangan
adalah Dosen yang bertugas membimbing mahasiswa selama melaksanakan Praktek
Pengalaman Lapangan ( PPL ) yang meliputi perangkat pembelajaran, komunikasi
dengan warga sekolah dan program pengembangan. Dosen Pembimbing Lapangan pada
PPL di SMK Muhammadiyah Watukumpul Tahun Akademik 2015/2016 adalah Bapak Ridwan, S.Th.I.,M.Si.Pelaksanaan
bimbingan dengan dua cara :
1. Secara Langsung
dimana DPL datang langsung ke tempat PPL.
2. Secara tidak
langsung dimana peserta PPL berkomunikasi lewat alat komunikasi ( HP ).
F. Guru
Pamong
Guru pamong adalah guru yang membimbing selama peserta
praktik mengajar melakukan praktik mengajar. Peserta praktik mengajar dapat
menanyakan pada guru pamong jika menemukan permasalahan–permasalahan selama
melakukan praktik mengajar.
Guru pamong juga mengatur dan membagi mata pelajaran
serta kelas – kelas yang harus dimasuki oleh peserta praktik. Kemudian sebagai
tugas yang terakhir guru pamong adalah memberikan penilaian terhadap
pelaksanaan praktik mengajar dari masing–masing peserta praktik mengajar.
G. Dosen
Pedamping Lapangan (DPL)
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) adalah dosen yang
bertugas membimbing mahasiswa selama melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan
(DPL) adalah Ridwan M.Si Adalah Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)
Pemalang.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari kegiatan pelaksanaan PPL dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.
Kegiatan PPL STIT Pemalang yang bertempat di SMK
Muhammadiyah Watukumpul dilaksanakan sesui dengan pedoman umum pelaksanaan PPL.
2.
Tempat PPL adalah SMK Muhammadiyah 8 Watukumpul yang
beralamat di Jl. Raya Watukumpul yang merupakan cabang dari SMK Muhammadiyah
Belik.
3.
DPL dan Guru Pamong di SMK Watukumpul sangat
membantu suksesnya kegiatan PPL, dengan bimbingan dan arahannya maka PPL dapat
berjalan sebagaimana mestinya.
4.
Masyarakat sekolah SMK Muhammadiyah Watukumpul
sangat mendukung pelaksanaan PPL., selain itu perkembangan SMK Muhammadiyah
mendatang terlihat sangat positif dan memberikan harapan yang positif pada
dunia pendidikan di Watukumpul. Sesuai dengan Vsi dan Misinya SMK Muhammadiyah
berhasil meningkatkan mutu pelayanan sehingga meningkatnya prestasi,
kedisiplinan dan pembinaan akhlak mulia yang mengarahkan peserta didik menjadi
anak yang beriman, bertaqwa dan berkualitas.
B. Kritik dan Saran
Akhirnya dengan mengucapkan Al-hamdulillah, selesailah laporan PPL di SMK Muhammadiyah Watukumpul, kami
menyadari bahwa laporan kami masih banyak kekurangan disana sini, semua itu
terjadi karena keterbatasan kami. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat
membangun untuk perbaikan laporan ini.
Semoga Allah SWT meridhoi hasil karya kami , dan bermanfaat bagi kelompok
kami, pribadi dan pembaca pada umumnya.
LAMPIRAN
![]() |

0 Response to "CONTOH LAPORAN PPL"
Posting Komentar